Materi Ajar: Berakhlak kepada Allah (Tasbih & Tahmid)
A. Memahami: Apa Itu Akhlak kepada Allah?
Anak-anak yang saleh dan salehah,
Kita punya akhlak (sopan santun) kepada orang tua dan guru. Kita juga harus punya akhlak kepada Allah SWT, yang telah menciptakan kita. Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan **berzikir** (mengingat Allah). Hari ini kita akan belajar dua zikir yang hebat, yaitu **Tasbih** dan **Tahmid**.
1. Tasbih (Menyucikan Allah)
- Ucapan: **Subḥānallāh (سُبْحَانَ اللّٰهِ)**
- Artinya: **"Maha Suci Allah"**
- Maksudnya: Kita kagum dan mengakui bahwa Allah itu Maha Sempurna, tidak punya kekurangan, tidak punya kesalahan, dan paling hebat.
2. Tahmid (Memuji Allah)
- Ucapan: **Al-ḥamdulillāh (اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ)**
- Artinya: **"Segala puji bagi Allah"**
- Maksudnya: Kita memuji Allah dan berterima kasih kepada-Nya atas semua nikmat, rezeki, dan kebaikan yang kita terima setiap hari.
Poin Kunci:
1. **Subḥānallāh** (Maha Suci Allah) diucapkan saat **KAGUM** melihat ciptaan-Nya.
2. **Al-ḥamdulillāh** (Segala puji bagi Allah) diucapkan saat **BERSYUKUR** mendapat nikmat.
1. **Subḥānallāh** (Maha Suci Allah) diucapkan saat **KAGUM** melihat ciptaan-Nya.
2. **Al-ḥamdulillāh** (Segala puji bagi Allah) diucapkan saat **BERSYUKUR** mendapat nikmat.
B. Mengaplikasikan: Kapan Aku Mengucapkannya?
Kita harus membiasakan lisan (mulut) kita basah oleh zikir. Ini adalah contoh kapan waktu yang tepat untuk mengucapkannya.
Kapan mengucapkan "Subḥānallāh"? (Tasbih)
Kita ucapkan saat kita merasa **kagum**, **takjub**, atau heran melihat kehebatan ciptaan Allah.
- Saat melihat **pelangi** yang sangat indah. Kita ucapkan, "Subḥānallāh, indahnya!"
- Saat melihat **petir** yang menyambar atau hujan deras.
- Saat melihat **lautan** yang luas atau gunung yang tinggi.
- Saat berzikir **setelah salat** (sebanyak 33 kali).
Kapan mengucapkan "Al-ḥamdulillāh"? (Tahmid)
Kita ucapkan saat kita mendapat **nikmat**, **kesenangan**, atau terhindar dari bahaya.
- Saat **selesai makan** atau minum (kenyang).
- Saat **bangun tidur** (masih diberi hidup).
- Saat **selesai belajar** atau mengerjakan PR.
- Saat **bersin** (sebagai rasa syukur badan sehat).
- Saat berzikir **setelah salat** (sebanyak 33 kali).
C. Bernalar: Membedakan Penggunaan Tasbih dan Tahmid
Ayo kita coba pakai dalam cerita sehari-hari! Coba tebak apa yang harus diucapkan.
Studi Kasus 1: Wisata Alam
- Situasi: Ahmad dan keluarga pergi berlibur ke kebun binatang. Ahmad melihat jerapah yang lehernya sangat panjang dan burung merak yang bulunya warna-warni. Ahmad kagum sekali.
Apa yang Ahmad ucapkan?
Jawaban: **"Subḥānallāh"** (Maha Suci Allah). Ahmad memuji Allah yang bisa menciptakan hewan-hewan hebat itu.
Studi Kasus 2: Mendapat Hadiah
- Situasi: Ayah pulang kerja membawa mainan baru untuk Budi. Budi senang sekali.
Apa yang Budi ucapkan?
Jawaban: **"Al-ḥamdulillāh"** (Segala puji bagi Allah). Budi bersyukur Allah memberinya rezeki lewat Ayah.
Studi Kasus 3: Kaget atau Melihat Hal Buruk
- Situasi: Siti sedang berjalan, tiba-tiba ada kucing melompat di depannya dan membuatnya kaget. Atau, Siti melihat teman yang membuang sampah sembarangan.
Apa yang Siti ucapkan?
Jawaban: Siti mengucapkan **"Subḥānallāh"**. Ini lebih baik daripada mengucapkan kata-kata kotor atau berteriak kasar.
Studi Kasus 4: Rutinitas Setelah Salat
- Situasi: Setelah salat Magrib, Ibu tidak langsung pergi. Ibu duduk diam sambil menggerakkan jari-jarinya.
Apa yang Ibu baca?
Jawaban: Ibu sedang berzikir. Ibu membaca **"Subḥānallāh"** 33 kali, **"Al-ḥamdulillāh"** 33 kali, dan "Allāhu Akbar" 33 kali. Ini adalah cara berakhlak kepada Allah setelah beribadah.
Poin Kunci (Tindakan Kita):
- Membiasakan lidah kita untuk selalu berzikir setiap hari.
- Jika melihat ciptaan Allah yang menakjubkan, ucapkan **Subḥānallāh**.
- Jika mendapat kebaikan atau nikmat, ucapkan **Al-ḥamdulillāh**.
- Jangan lupa berzikir Tasbih dan Tahmid **setelah salat fardu**.