Materi Ajar: Allah Itu Maha Esa (Artinya Satu)
A. Memahami: Apa Artinya "Allah Maha Esa"?
Anak-anak yang saleh dan salehah,
Kita adalah anak Islam. Tuhan kita adalah **Allah SWT**. Kita harus kenal siapa Tuhan kita. Salah satu sifat Allah yang paling penting adalah **Al-Ahad** (Maha Esa).
- Maha artinya: Paling / Sangat.
- Esa artinya: **Satu** / Tunggal.
Jadi, **Allah Maha Esa** artinya **Allah itu Satu**. Tidak ada Tuhan selain Allah. Hanya Allah yang boleh kita sembah. Allah tidak ada duanya, tidak ada tiganya. Hanya Satu.
Keyakinan ini disebut **Tauhid**. Ini adalah ajaran paling utama dalam agama Islam.
Allah memberitahu kita di dalam Al-Qur'an, Surah Al-Ikhlāṣ ayat 1:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa."
B. Mengaplikasikan: Bukti Allah Itu Esa (Satu)
Surah Al-Ikhlāṣ juga menjelaskan kepada kita bukti bahwa Allah itu Satu dan berbeda dari makhluk-Nya.
1. Allah Tidak Punya Anak dan Orang Tua
Di ayat 3 Surah Al-Ikhlāṣ, Allah berkata: لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Artinya: "(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
- Tidak beranak: Allah tidak punya anak.
- Tidak diperanakkan: Allah tidak punya Ibu atau Ayah.
Ini membuktikan Allah itu Satu, tidak sama dengan manusia yang punya keluarga.
2. Tidak Ada yang Sama dengan Allah
Di ayat 4 Surah Al-Ikhlāṣ, Allah berkata: وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Artinya: "Dan tidak ada sesuatu yang setara (sama) dengan Dia."
Tidak ada yang sekuat Allah, tidak ada yang sepintar Allah, tidak ada yang sekaya Allah. Hanya Allah yang paling hebat. Karena itu, kita tidak boleh menyamakan Allah dengan apa pun (misalnya patung, pohon, atau matahari).
C. Bernalar: Perbuatanku Bukti Imanku
Anak-anak, kalau kita sudah percaya (beriman) bahwa Allah itu Satu, kita harus menunjukkannya dengan perbuatan kita. Apa saja perbuatan itu?
Studi Kasus 1: Menyembah (Ibadah)
Perbuatan paling penting yang menunjukkan kita percaya Allah itu Satu adalah: **Kita hanya menyembah kepada Allah.**
- Kasus: Budi melihat ada orang yang berdoa dan meletakkan sesajen di bawah pohon besar.
Hati Budi yang beriman berkata: "Pohon itu ciptaan Allah. Yang boleh disembah dan dimintai tolong hanya Allah."
Tindakan Budi: Budi tidak ikut-ikutan. Dia tahu bahwa **salat**, **sujud**, dan **menyembah** itu hanya boleh untuk Allah SWT.
Studi Kasus 2: Meminta Tolong (Berdoa)
Karena Allah Maha Esa dan Paling Hebat, kita hanya boleh minta tolong kepada Allah.
- Kasus: Fatimah sedang sakit demam.
Tindakan Salah (Tidak Tauhid): Pergi ke dukun minta air jampi-jampi.
Tindakan Benar (Tauhid):
1. Pergi ke dokter (ini namanya usaha).
2. Minum obat (ini juga usaha).
3. **Berdoa**, "Ya Allah, Engkau Yang Maha Esa, Engkau Yang Maha Menyembuhkan, sembuhkanlah aku." (Meminta hanya kepada Allah).
Studi Kasus 3: Takut dan Patuh
Anak yang beriman Allah itu Satu, dia hanya takut kepada Allah.
- Kasus: Adi diajak temannya mencuri mangga di kebun tetangga.
Teman Adi: "Ayo, tidak ada siapa-siapa! Tidak ada yang lihat!"
Jawaban Adi (yang beriman): "Aku tidak mau. Walaupun tidak ada orang, tapi ada **Allah Yang Maha Melihat**. Aku lebih takut kepada Allah." - Tindakan: Adi menolak ajakan buruk itu karena imannya kepada Allah.
- Meyakini Allah Maha Esa (Tauhid) adalah fondasi utama agama Islam.
- Bukti kita percaya Allah itu Satu adalah:
- Kita **Salat (menyembah)** hanya kepada Allah.
- Kita **Berdoa (meminta tolong)** hanya kepada Allah.
- Kita **Takut** berbuat dosa hanya karena Allah.