Materi Ajar: Belajar Membaca Al-Qur'an
A. Memahami: Apa Itu Huruf Hijaiah?
Anak-anak yang saleh dan salehah, kitab suci kita adalah Al-Qur'an. Al-Qur'an ditulis dalam bahasa Arab. Untuk bisa membacanya, kita harus kenal dulu dengan huruf-hurufnya. Nama huruf untuk membaca Al-Qur'an adalah **Huruf Hijaiah**.
Huruf Hijaiah itu seperti huruf A, B, C dalam bahasa Indonesia. Jumlahnya ada 29 huruf. Kita membacanya dari sebelah **kanan ke kiri**, ya! Berbeda dengan bahasa Indonesia yang dari kiri ke kanan.
Tabel 29 Huruf Hijaiah
Ayo, kita kenali bersama-sama bentuk dan nama hurufnya!
| ا | ب | ت | ث | ج | ح |
| خ | د | ذ | ر | ز | س |
| ش | ص | ض | ط | ظ | ع |
| غ | ف | ق | ك | ل | م |
| ن | و | هـ | ء | ي | (لا) |
(Huruf لا (Lam Alif) adalah gabungan dari ل dan ا)
B. Mengaplikasikan: Harakat (Tanda Baca)
Huruf Hijaiah (ب, ت, ث) tadi belum bisa dibaca jika tidak ada tanda bacanya. Tanda baca dalam Al-Qur'an disebut **Harakat**.
Harakat itu seperti "suara" untuk huruf. Ada yang bersuara 'a', 'i', atau 'u'. Yuk, kita kenali!
1. Harakat Dasar (Bunyi A, I, U)
- Fathah ( ﹷ ): Tanda garis di atas huruf. Bunyinya 'a'.
Contoh: بَ dibaca 'ba', تَ dibaca 'ta'. - Kasrah ( ﹻ ): Tanda garis di bawah huruf. Bunyinya 'i'.
Contoh: بِ dibaca 'bi', تِ dibaca 'ti'. - Dammah ( ُ ): Tanda seperti 'wau' kecil di atas huruf. Bunyinya 'u'.
Contoh: بُ dibaca 'bu', تُ dibaca 'tu'.
Latihan: Coba baca ini: a - i - u (اَ - اِ - اُ), ba - bi - bu (بَ - بِ - بُ), ta - ti - tu (تَ - تِ - تُ)
2. Harakat Tambahan (Mati, Dobel, 'An-In-Un')
- Sukun ( ْ ): Tanda bulat kecil di atas huruf. Ini adalah tanda **'mati'**. Hurufnya tidak bersuara 'a', 'i', atau 'u' lagi.
Contoh: أَبْ dibaca 'ab', أَتْ dibaca 'at'. - Tasydid ( ّ ): Tanda seperti 'kepala sin' di atas huruf. Ini artinya hurufnya dibaca **dobel** atau ditekan.
Contoh: أَمَّ dibaca 'am-ma', أَبَّ dibaca 'ab-ba'. - Tanwin ( ً , ٍ , ٌ ): Tanda harakat dobel yang bunyinya 'an', 'in', atau 'un'.
- Fathatain ( ً ): Bunyinya 'an'. Contoh: بً dibaca 'ban'.
- Kasratain ( ٍ ): Bunyinya 'in'. Contoh: بٍ dibaca 'bin'.
- Dammatain ( ٌ ): Bunyinya 'un'. Contoh: بٌ dibaca 'bun'.
C. Bernalar: Menyambung Huruf Hijaiah
Ini bagian yang paling seru! Huruf Hijaiah itu bisa "bergandengan tangan" atau disambung. Saat disambung, bentuknya bisa berubah sedikit.
Bayangkan huruf itu seperti kita. Kalau sendirian, kita berdiri biasa. Tapi kalau mau gandengan sama teman, kita julurkan tangan kita.
Tiga Posisi Huruf Saat Disambung
Setiap huruf punya 3 kemungkinan bentuk:
- Di Depan: Hurufnya menjulurkan "tangan" ke kiri (untuk menyambung huruf setelahnya).
- Di Tengah: Hurufnya menjulurkan "tangan" ke kanan dan ke kiri.
- Di Belakang: Hurufnya menerima "tangan" dari kanan, dan bentuknya kembali seperti aslinya.
Studi Kasus 1: Huruf yang Bisa Disambung (Contoh: ب, ت, ث, ج, ك)
Mari kita coba sambung 3 huruf: كَ (ka) + تَ (ta) + بَ (ba)
- Huruf كَ (ka) ada di depan, bentuknya jadi كـ
- Huruf تَ (ta) ada di tengah, bentuknya jadi ـتـ
- Huruf بَ (ba) ada di belakang, bentuknya kembali ـب
Jika digabung, jadinya: كَتَبَ (kataba = dia telah menulis)
Studi Kasus 2: Huruf yang Tidak Bisa Disambung ke Kiri
Ada 6 huruf yang "tidak mau" menggandeng huruf setelahnya (ke kiri). Kita sebut saja "Huruf Mandiri".
Huruf-huruf itu adalah: ا (alif), د (dal), ذ (dzal), ر (ra), ز (zai), و (wau)
Mereka hanya mau disambung dari kanan, tapi tidak mau menyambung ke kiri.
Mari kita coba sambung 3 huruf: قَ (qa) + رَ (ra) + أَ (a)
- Huruf قَ (qa) ada di depan, bentuknya قـ
- Huruf رَ (ra) ada di tengah. Dia mau disambung dari قـ (kanan), tapi dia "Huruf Mandiri", jadi dia tidak mau menyambung ke أَ (kiri). Bentuknya tetap ـرَ.
- Huruf أَ (a) akhirnya berdiri sendiri karena tidak disambung oleh رَ.
Jika digabung, jadinya: قَرَأَ (qara'a = dia telah membaca)
- Untuk bisa membaca Al-Qur'an, kita harus: Hafal Huruf Hijaiah.
- Lalu kita harus: Tahu Harakat-nya (a, i, u).
- Dan kita harus: Bisa cara menyambungnya.